Selasa, 26 April 2011

1. JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun dengan sistem wireless sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.
Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi:
• Jaringan peer-to-peer (P2P) atau point-to-point
Kedudukan setiap komputer yang terhubung dalam jaringan adalah sama. Tidak ada
komputer yang menjadi pelayan utama (server). Sehingga semua komputer dalam
jaringan dapat saling berkomunikasi dan berbagi penggunaan perangkat keras dan
perangkat lunak.








Gambar 1.3 Ilustrasi jaringan peer-to-peer
• Jaringan client-server
Pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang mengatur semua fasilitas
yang tersedia dalam jaringan komputer, seperti komunikasi, penggunaan bersama
perangkat keras dan perangkat lunak serta mengontrol jaringan. Komputer ini
dinamakan server. Semua komputer lain selain server disebut client.








Server






Gambar 1.4 Ilustrasi jaringan client-server
Klasifikasi Jaringan Komputer
Umumnya klasifikasi jaringan computer berdasarkan skala dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Keuntungan jaringan LAN :
• Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
• Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
• File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
• File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
• Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
• Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
• Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.

Komponen-komponen Dasar LAN
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:
a. Workstation
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
b. Server
Server adalah perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
c. Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.
Adapun beberapa jenis dari link :
a. Kabel Twisted Pair (UTP)
Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded TwistedPair(UTP)
• Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
Relatif murah
• Jarak yang pendek
• Mudah terpengaruh oleh gangguan
• Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps
Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi BUS
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh

TOPOLOGI LAN
Pengertian topologi jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Terdapat beberapa macam topologi jaringan yang dapat digunakan pada LAN. Topologi jaringan tersebut adalah :
a. Topologi Bus
Beberapa node diswitchingkan dengan jalur data (bus). Masing - masing node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.
Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat jarang digunakan atau di implementasikan.
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh

b. Topologi Token Ring
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan
Keuntungan :
1. Hemat Kabel
Kerugian :
1. Peka kesalahan
2. Pengembangan jaringan lebih kaku
Gambar Topologi Ring


c. Topologi Star
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan :
1. Paling fleksibel
2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3. Kontrol terpusat
4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
5. Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian :
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus
3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis


a. Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.



b. Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

Gambar Metropolitant Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan local yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

Pengertian TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.
1. Network Access Layer
Bertanggung jawab mengirim dan menerima data dari dan ke media fisik. Tiap protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, ethernet, token ring, dan dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digitel Network (ISDN), serta Asynchronus Transfer Mode (ATM).
2. Internet Layer
Bertanggungjawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Ada beberapa macam protokol di dalamnya, misalnya Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), dan Internet Control Message Protocol (ICMP) .
3. Host to Host Layer
Bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Ada dua macam protokol didalamnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP ).
4. Application Layer
Bertanggung jawab untuk menampilkan semua aplikasi yang menggunakan protocol TCP/IP. Sebagai contoh adalah Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), dan Telnet. Berikut ini perbandingan referensi lapisan-lapisan layer model Open Sistem Interconnection (OSI) dengan layer model sistem operasi Linux yang digunakan di penelitian ini:


SUBNET MASK
Subnet Mask fungsinya ada dua:
1. Untuk membedakan antara Network ID dengan Host ID
2. Untuk menentukan alamat tujuan paket data, apakah “local” atau “remote”.
Untuk fungsi pertama, sudah dibahas di awal, lalu untuk fungsi kedua, ya kita sama2 maklum bahwa tiap komputer dalam jaringan TCP/IP punya routing table, iya toh?? Coba aja masuk ke command-prompt, lalu ketikkan C:\route print
Hasilnya : angka2 yang menunjukkan berbagai alamat yang dikenali oleh si komputer tersebut. Bila komputer tsb berada pada suatu alamat network, katakanlah 131.107.1.0 255.255.255.0 dan terdapat alamat network lainnya, katakanlah 131.107.2.0 255.255.255.0 maka Insya Allah kedua alamat network tsb kita bisa temukan dalam result ‘C:\route print’ tadi.
Dalam hal ini, 131.107.1.0 adalah local network bagi komputer tsb, sedangkan 131.107.2.0 adalah network lainnya yang apabila didalamnya terdapat host, maka host tsb di konsiderasi sebagai “remote host” atau host/komputer yag berbeda alamat networknya dgn si komputer tadi.
Bila alamat IP komputer tadi, misalkan 131.107.1.2 dan akan mengirimkan ke suatu komputer lainnya dengan alamat IP 131.107.2.2, maka kita bisa lihat bagaimana si komputer pengirim menentukan alamat tujuan, apakah local atau remote?
Alamat IP pengirim : 131.107.1.2 —->10000011.1101011.00000001.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–>11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————-AND
Hasil :——————————–> 10000011.1101011.00000001.00000000
Alamat IP penerima : 131.107.2.2 —->10000011.1101011.00000010.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–> 11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————–AND
Hasil : ———————————>10000011.1101011.00000010.00000000
Ketentuan: Bila hasil I = hasil II, maka ‘local’, Bila hasil I =/= hasil II, maka ‘remote’
Kesimpulannya: ya ‘remote’ lah…iya toh?
Kalau ‘remote’, maka si komputer pengirim akan menentukan alamat default gateway, yaitu alamat IP pada interface router pada segmen /alamat jaringan si komputer pengirim berada, lalu dikirimkan ke alamat gateway tersebut.
Default Subnet Mask
Default Subnet Mask untuk :
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.255.0.0
Kelas C : 255.255.255.0
SUBNETTING
Definisi: Memecah satu alamat network menjadi beberapa alamat network dengan tujuan untuk mereduksi broadcast domain.  Apa itu broadcast domain? broadcast domain adalah suatu wilayah / area dalam jaringan komputer dimana paket broadcast atau multicast berpeluang untuk dikirimkan/menyebar.
Pada jaringan yang menggunakan hub,
PC—-HUB——PC
Membentuk satu broadcast domain, demikian juga
PC—-HUB——HUB——-HUB—–PC
juga membentuk satu broadcast domain.
Kalau pakai bridge atau switch,
PC——-BRIDGE——PC
PC——SWITCH——–SWICTH——PC
juga membentuk satu broadcast domain
Satu2nya LAN Device yang dapat memecah satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil, adalah router, karena router secara default memblok paket broadcast yang diterima diinterfacenya.
Banyak alasan lain mengapa kita melakukan subnetting, misalkan:
1. Untuk memadukan berbagai teknologi jaringan yang berbeda, misalkan untuk memadukan teknologi ethernet dengan token ring.
2. Untuk mengatasi berbagai batasan elektrikal, misalkan panjang kabel utp maksimal 100 meter tanpa repeater.
3. Untuk meningkatkan keamanan jaringan, misalkan ditetapan tiap divisi satu alamat network.
Cara melakukan subnetting: Tentukan jumlah subnet yang diinginkan, disesuaikan dengan ketersediaan interface router.
Subnetting dilakukan dengan meminjam beberapa bit dari hostID untuk dijadikan network ID yang baru.
Sebelum subnetting: <—–HostID——->
Setelah Subnetting :Â
Dimana Subnet ID adalah beberapa bit dari hostID yang dipinjam.

Definisi DNS
DNS (Domain Name Server) adalah sebuah server atau mesin yang bertugas seperti server atau mesin lainnya di dunia internet namun memiliki tugas yang lebih spesifik untuk mengatur domain name.
Tujuan dari DNS server ini adalah untuk mentranslasikan domain name (alamat di internet) ke dalam IP Address (kode pos).

2. JARINGAN INTERNET
Pengertian internet adalah jaringan komputer yang menguhubungkan pemakai komputer yang satu dengan pemakai komputer yang lain, dari Negara yang satu dengan Negara yang lain di seluruh dunia, yang melayani berbagai fasilitas layanani informasi

Beberapa fasilitas layanan informasi ini meliputi :
• Browsing atau istilah lain berselancar di internet. Kegiatan ini seumpama kita jalan-jalan di pusat-pusat perbelanjaan melihat took-toko, tapi lihat-lihat doang, tanpa beli apa-apa.
• E-mail digunakan untuk kirim pesan / surat satu dengan yang lain, tanpa dibatasi ruang & waktu bahkan aturan maupun birokrasi.
• Chating digunakan untuk berbicara / bekomunikasi secara langsung, baik melalui text, audio maupun video.
• Download dan Upload digunakan memindahkan file-file dari komputeryang satu ke komputer yang lain.

GAMBAR: Koneksi ke Internet

Secara logis jaringan internet dibagi kedalam beberapa domain, yang menurut standar IPv4 (Internet Protocol version 4) di-identifikasi melalui nomer IP 32 bit atau 4 angka biner yang dipisahkan dengan titik (seperti 192.168.10.25). Tipe domain standar antara lain:

.com = organisasi komersil
.edu = institusi pendidikan di Amerika
.ac = institusi akademik
.gov = institusi pemerintah
.mil = organisasi militer
.net = penyedia akses jaringan
.org = organisasi non-profit


Sumber : http://teknik-informatika.com/jaringan-internet
Sumber : http://anneahira.com/
sumber: http://www.microsoft.com/windowsxp/using/networking/setup/wired.mspx
Model Referensi dari Open System Interconnection (OSI)
OSI (Open System Interconnection) model (ISO 7498) mendifinisikan 7 layer model dari
komunikasi data.
Tiap layer memiliki fungsi yang saling terhubung dengan layer di atasnya.
Standarisasi TCP/IP
TCP/IP semakin popular diantara developer dan pengguna, karena itu perlu adanya
standarisasi. Standarisasi di kelola oleh Internet Architecture Board (IAB)
IAB mengacu pada Internet Engineering Task Force (IETF) untuk membuat standar baru.
Dimana standarisasi menggunakan RFC. Untuk Internet Standar Process, menggunakan RFC
2026 – The Internet Standard Process – Revision 3, dimana didalamnya berisi tentang
protokol, prosedur, dan konvensi yang digunakan dari oleh internet.
Request For Comment (RFC)
Internet Protocol suite masih dikembangkan dan perkembangannya menggunakan
mekanisme Request For Comment (RFC). Protokol baru yang dikembangkan oleh peneliti
akan diajukan dalam bentuk Internet Draft (ID). Kemudian akan di evaluasi oleh IAB.
Apabila disetujui maka akan lahir RFC dengan seri baru untuk aplikasi atau protokol tersebut,
sehingga developer dapat menggunakan standar tersebut.
Internet Standard
Proposal standar, draft standar, dan protokol standar merupakan bagian dari Internet
Standard Track. Setelah proposal diakui maka proposal tersebut akan memiliki nomer, yang
disebut standard number (STD). Contoh : Domain Name Systems (DNS) menggunakan STD
13 dan dijelaskan pada RFC 1034 dan 1035, sehingga dapat dituliskan “STD-
13/RFC1034/RFC1035”. Untuk info lengkapnya dapat diakses di http://www.ietf.org
Internet Masa Depan
Mencoba untuk memperkirakan penggunaan internet dimasa mendatang adalah tidak mudah.
Karena itu pada bagian ini akan diberikan contoh kecil penggunaan internet untuk masa
depan.
Aplikasi Multimedia
Penggunaan bandwidth semakin lama akan semakin efisien, banyak teknologi yang dapat
digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth salah satunya Dense Wave Division
Multiplexing (DWDM).
Penggunaan bandwidth banyak digunakan pada aplikasi multimedia, antara lain Voice over
Internet Protocol (VoIP) dan masih banyak lagi lainnya, bahkan untuk video conference.
Sekarang untuk mendengarkan lagu dengan internet sudah dapat kita rasakan, dan
dikedepannya akan dimungkinkan semua perangkat terkoneksi melalui internet dan masih
banyak lagi lainnya. Atau mungkin anda sendiri akan diberi IP Address... ???
Penggunaan untuk komersial
Penggunaan teknologi Virtual Private Networking (VPN) semakin banyak digunakan oleh
perusahaan. VPN digunakan untuk mengamankan komunikasi yang digunakan oleh sebuah
perusahaan. Misal untuk Virtual meeting.
Wireless Internet
Penggunaan aplikasi tanpa kabel sangat meningkatkan mobilitas seseorang, sehingga
kebutuhan internet wireless akan semakin populer. Dengan adanya teknologi bluetooth, Wifi
IEEE802.11, Wi-MAX dan yang lainnya akan mendukung internet tanpa kabel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar