JARINGAN KOMPUTER
Selasa, 26 April 2011
MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI
Sistem
Suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan untuk menyelesaikan syaty sasarab tertentu
Informasi
Data yang diolah untuk di gunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem Informasi
Kombinasi teratur dari orang –orang, hardware, software jaingna komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Siklus Pengolahan Data
Data : kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan
Pengolahan : manipulasi dari data ke dalam bentuk yan glebih berguna dan berarti
Informasi : hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebiih berarti dari suatu kejadian
Pengembangan Siklus Pengolahan Data
Origination : tahap yang berhubungan dengan proses pengumpulan data (pencatatan)
Input : tahap proses memasukan data ke dalam computer lewat alat input
Processing : tahap proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat proses
Output : tahap proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data kea lat output
Distribution : tahap penyebaran output ke pihak yang membutuhkan informasi
Sorage : tahap proses perekaman hasil pengolahan ke simpanan luar
KONSEP SISTEM INFORMASI
Definisi system
Untuk mendefinsikan system terdapat dua pendekatan yaitu yang menekankan pada komponen atau elemenya.
Pendekatan system yang menekankan pada prosedurnya mendfinisikan system sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegitan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis) biasanya melibatkakn beberapa oran gdi dalam satu atau lebih depatermen, yang di terapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
System yang menekankan pada komponen atau elemennya mendefinisikan system sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan terentu. Pendekatan system yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem- subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Pendekatan system yang menekankan pada komponen akan lebih analisi dan perancangan suatu system.
Suatu system yang dibuat tentunya memilikui maksud tertentu. System dibuat untuk mencapai suatu tujuan (Goal) dan sasaran (objektive). Tujuan biasanya di hubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran biasanya dalam ruang lingkup yang lebih sempit.
SYARAT – SYARAT SISTEM
Syarat – syarat yan gharus di miliki oleh suatu system, yaitu :
1. System harus dibentuk untuik menyelesaikan suatu tujuan.
2. Elemen system harus mempuauai rencan yang di tetapkan
3. Adanya hubungan diantara elemen system
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi energy,dan material ) lebiah penting daripada elemen system.
KLASIFIKASI SISTEM
System dapat diklasifikasikan melalui bebrapa sudut pandang, diantarnya :
a. System diklasifikasikan sebagi System abstrak ( abstract system ) dan system fisik ( physical system)
- System abstrak adalah system yang berupa pemikiran atau ide- ide yang tidak tampak secar fisik, sedangkan system fisik merupakan system yang ada secara fisik .
b. System diklasifikasikan sebagai system alamiah (Natural system ) dan system buatan manusia ( human made system).
- Sistem alamiah adalah system yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.
c. System diklasifikasikan sebagai system tertentu (deterministic system) dan system tak tertentu (Probabilis sistem).
- System tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi, interksi diantara bagian-bagiannya dapat di prediksi dengan pasti, sehingga output dari system dapat diramalkan.
- System tak tentu adalah system yang kondisi masa depannnya idak dapt diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d. System diklasifikasikan sebagai system tertutup (Close system ) dan system terbuka (Open system)
- System tertutup merupakan system yang tidakk berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkuanga luarnya. Secara teoritis system tertutup ini ada, tetapi kenyataanya tidak ada system yg benar-benar tertutup, tetapi yg ada hanyalah relatively closed system ( secara relative tertutup tetapi tidak benar –benar tertutup).
- System terbuka adalah system yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkuangan luarnya . system ini menerima input dan menghasilkian output untuk lingkuang luar atau subsistem yang lain.
DEFINISI DARI INFORMASIbu
Definisi klasik dari system informasi, dimana informasi tersebut adalah pengetahuan yang di peroleh dari data. Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebiih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkakn suatu kejadian – kejadian dan kesatuan nyata.
KARAKTERISTIK DARI INFORMASI YANG BAIK
Informasi dapat diktakan baik jika memiliki criteria dan karakteristik sbb:
- Information must be pertinent
Informasi harus berhubungan, pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yg penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut)
- Information must be accurate
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan, informasi yg dihasilkan harus mencerminkan maksudnya keakuratan infromasi seringkali bergantung pada keadaan.
- Information must be timely
Informasi harus ada ketika dibuthkan, informasi yg datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yg sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan
- Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yg lainnya pasti berbeda.
Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) di tentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendaptkan informasi tersebut suatu informasi dapt dikatakan bernilai bila manaanya lebih efektif di bandingkan degnan biaya untuk mendapatkannya.sebagian besar informasi idak dapat di taksir secara pasti nilai keuntunganya ( dalam satuan uang), tetapi kita dapt menaksir nilai efektifitas dari informasi tersebut. Pengukuran nilai informasi biasanya di hubungkan dengan analisi cost effectiveness atau cost benefit.
Sifat Dari Sistem Informasi
System informasi harus mempynyai beberapa sifat seperti :
1. Pemrosesan infromasi yg efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
2. Manajemen informasi efektif dengan kata lain operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
3. Keluwesan, system informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.
4. Kepuasan pemakai, hal yang palling penting adalah pemakai mendaptkan manfaat dan pusa terhadap system informasi.
KEMAMPUAN DARI SISTEM INFORMASI
Sistem informasi tentunya memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memiliki kecepatan akses tinggi, high-volume , komputasi numeric
2. Menyediakan kecepatan komuniksi yang akurat dan kolaborasi dengan dan diantara organisasi
3. Menyimpan informasi dalamjumlah besar dan mudah untuk digunakan.
4. Akses yang cepat dan tidak mahal untuk mendaptkan informasi dan mendunia.
5. Fasilitas untuk menginterperstsaikan sejumalah data yang besar.
6. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari orang – orang yang bekerja dalam kelompok dalam satu tempat atau dalam lokasi yang berbeda, diman saja.
7. Mengotomatisais proses bisnis dan pekerjaan manual.
OPERASI DASAR DARI SISTEM INFORMASI
Ada 4 opersi dasar dari sisem informasi,yaitu :
1. Mengumpulkan
2. Mengolah
3. Menyimpan
4. Menyebarkan informasi
Informasi mungkin dikumpukan dari lingkungan dalam atau luar dan memungkinkan didistribusikan ke dalamatau ke luar organisasi.
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun dengan sistem wireless sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.
Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi:
• Jaringan peer-to-peer (P2P) atau point-to-point
Kedudukan setiap komputer yang terhubung dalam jaringan adalah sama. Tidak ada
komputer yang menjadi pelayan utama (server). Sehingga semua komputer dalam
jaringan dapat saling berkomunikasi dan berbagi penggunaan perangkat keras dan
perangkat lunak.
Gambar 1.3 Ilustrasi jaringan peer-to-peer
• Jaringan client-server
Pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang mengatur semua fasilitas
yang tersedia dalam jaringan komputer, seperti komunikasi, penggunaan bersama
perangkat keras dan perangkat lunak serta mengontrol jaringan. Komputer ini
dinamakan server. Semua komputer lain selain server disebut client.
Server
Gambar 1.4 Ilustrasi jaringan client-server
Klasifikasi Jaringan Komputer
Umumnya klasifikasi jaringan computer berdasarkan skala dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Keuntungan jaringan LAN :
• Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
• Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
• File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
• File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
• Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
• Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
• Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
Komponen-komponen Dasar LAN
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:
a. Workstation
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
b. Server
Server adalah perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
c. Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.
Adapun beberapa jenis dari link :
a. Kabel Twisted Pair (UTP)
Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded TwistedPair(UTP)
• Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
Relatif murah
• Jarak yang pendek
• Mudah terpengaruh oleh gangguan
• Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps
Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi BUS
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh
TOPOLOGI LAN
Pengertian topologi jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Terdapat beberapa macam topologi jaringan yang dapat digunakan pada LAN. Topologi jaringan tersebut adalah :
a. Topologi Bus
Beberapa node diswitchingkan dengan jalur data (bus). Masing - masing node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.
Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat jarang digunakan atau di implementasikan.
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh
b. Topologi Token Ring
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan
Keuntungan :
1. Hemat Kabel
Kerugian :
1. Peka kesalahan
2. Pengembangan jaringan lebih kaku
Gambar Topologi Ring
c. Topologi Star
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan :
1. Paling fleksibel
2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3. Kontrol terpusat
4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
5. Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian :
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus
3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
a. Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.
b. Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.
Gambar Metropolitant Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan local yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
Pengertian TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.
1. Network Access Layer
Bertanggung jawab mengirim dan menerima data dari dan ke media fisik. Tiap protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, ethernet, token ring, dan dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digitel Network (ISDN), serta Asynchronus Transfer Mode (ATM).
2. Internet Layer
Bertanggungjawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Ada beberapa macam protokol di dalamnya, misalnya Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), dan Internet Control Message Protocol (ICMP) .
3. Host to Host Layer
Bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Ada dua macam protokol didalamnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP ).
4. Application Layer
Bertanggung jawab untuk menampilkan semua aplikasi yang menggunakan protocol TCP/IP. Sebagai contoh adalah Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), dan Telnet. Berikut ini perbandingan referensi lapisan-lapisan layer model Open Sistem Interconnection (OSI) dengan layer model sistem operasi Linux yang digunakan di penelitian ini:
SUBNET MASK
Subnet Mask fungsinya ada dua:
1. Untuk membedakan antara Network ID dengan Host ID
2. Untuk menentukan alamat tujuan paket data, apakah “local” atau “remote”.
Untuk fungsi pertama, sudah dibahas di awal, lalu untuk fungsi kedua, ya kita sama2 maklum bahwa tiap komputer dalam jaringan TCP/IP punya routing table, iya toh?? Coba aja masuk ke command-prompt, lalu ketikkan C:\route print
Hasilnya : angka2 yang menunjukkan berbagai alamat yang dikenali oleh si komputer tersebut. Bila komputer tsb berada pada suatu alamat network, katakanlah 131.107.1.0 255.255.255.0 dan terdapat alamat network lainnya, katakanlah 131.107.2.0 255.255.255.0 maka Insya Allah kedua alamat network tsb kita bisa temukan dalam result ‘C:\route print’ tadi.
Dalam hal ini, 131.107.1.0 adalah local network bagi komputer tsb, sedangkan 131.107.2.0 adalah network lainnya yang apabila didalamnya terdapat host, maka host tsb di konsiderasi sebagai “remote host” atau host/komputer yag berbeda alamat networknya dgn si komputer tadi.
Bila alamat IP komputer tadi, misalkan 131.107.1.2 dan akan mengirimkan ke suatu komputer lainnya dengan alamat IP 131.107.2.2, maka kita bisa lihat bagaimana si komputer pengirim menentukan alamat tujuan, apakah local atau remote?
Alamat IP pengirim : 131.107.1.2 —->10000011.1101011.00000001.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–>11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————-AND
Hasil :——————————–> 10000011.1101011.00000001.00000000
Alamat IP penerima : 131.107.2.2 —->10000011.1101011.00000010.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–> 11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————–AND
Hasil : ———————————>10000011.1101011.00000010.00000000
Ketentuan: Bila hasil I = hasil II, maka ‘local’, Bila hasil I =/= hasil II, maka ‘remote’
Kesimpulannya: ya ‘remote’ lah…iya toh?
Kalau ‘remote’, maka si komputer pengirim akan menentukan alamat default gateway, yaitu alamat IP pada interface router pada segmen /alamat jaringan si komputer pengirim berada, lalu dikirimkan ke alamat gateway tersebut.
Default Subnet Mask
Default Subnet Mask untuk :
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.255.0.0
Kelas C : 255.255.255.0
SUBNETTING
Definisi: Memecah satu alamat network menjadi beberapa alamat network dengan tujuan untuk mereduksi broadcast domain.  Apa itu broadcast domain? broadcast domain adalah suatu wilayah / area dalam jaringan komputer dimana paket broadcast atau multicast berpeluang untuk dikirimkan/menyebar.
Pada jaringan yang menggunakan hub,
PC—-HUB——PC
Membentuk satu broadcast domain, demikian juga
PC—-HUB——HUB——-HUB—–PC
juga membentuk satu broadcast domain.
Kalau pakai bridge atau switch,
PC——-BRIDGE——PC
PC——SWITCH——–SWICTH——PC
juga membentuk satu broadcast domain
Satu2nya LAN Device yang dapat memecah satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil, adalah router, karena router secara default memblok paket broadcast yang diterima diinterfacenya.
Banyak alasan lain mengapa kita melakukan subnetting, misalkan:
1. Untuk memadukan berbagai teknologi jaringan yang berbeda, misalkan untuk memadukan teknologi ethernet dengan token ring.
2. Untuk mengatasi berbagai batasan elektrikal, misalkan panjang kabel utp maksimal 100 meter tanpa repeater.
3. Untuk meningkatkan keamanan jaringan, misalkan ditetapan tiap divisi satu alamat network.
Cara melakukan subnetting: Tentukan jumlah subnet yang diinginkan, disesuaikan dengan ketersediaan interface router.
Subnetting dilakukan dengan meminjam beberapa bit dari hostID untuk dijadikan network ID yang baru.
Sebelum subnetting:
Setelah Subnetting :Â
Dimana Subnet ID adalah beberapa bit dari hostID yang dipinjam.
Definisi DNS
DNS (Domain Name Server) adalah sebuah server atau mesin yang bertugas seperti server atau mesin lainnya di dunia internet namun memiliki tugas yang lebih spesifik untuk mengatur domain name.
Tujuan dari DNS server ini adalah untuk mentranslasikan domain name (alamat di internet) ke dalam IP Address (kode pos).
2. JARINGAN INTERNET
Pengertian internet adalah jaringan komputer yang menguhubungkan pemakai komputer yang satu dengan pemakai komputer yang lain, dari Negara yang satu dengan Negara yang lain di seluruh dunia, yang melayani berbagai fasilitas layanani informasi
Beberapa fasilitas layanan informasi ini meliputi :
• Browsing atau istilah lain berselancar di internet. Kegiatan ini seumpama kita jalan-jalan di pusat-pusat perbelanjaan melihat took-toko, tapi lihat-lihat doang, tanpa beli apa-apa.
• E-mail digunakan untuk kirim pesan / surat satu dengan yang lain, tanpa dibatasi ruang & waktu bahkan aturan maupun birokrasi.
• Chating digunakan untuk berbicara / bekomunikasi secara langsung, baik melalui text, audio maupun video.
• Download dan Upload digunakan memindahkan file-file dari komputeryang satu ke komputer yang lain.
GAMBAR: Koneksi ke Internet
Secara logis jaringan internet dibagi kedalam beberapa domain, yang menurut standar IPv4 (Internet Protocol version 4) di-identifikasi melalui nomer IP 32 bit atau 4 angka biner yang dipisahkan dengan titik (seperti 192.168.10.25). Tipe domain standar antara lain:
.com = organisasi komersil
.edu = institusi pendidikan di Amerika
.ac = institusi akademik
.gov = institusi pemerintah
.mil = organisasi militer
.net = penyedia akses jaringan
.org = organisasi non-profit
Sumber : http://teknik-informatika.com/jaringan-internet
Sumber : http://anneahira.com/
sumber: http://www.microsoft.com/windowsxp/using/networking/setup/wired.mspx
Model Referensi dari Open System Interconnection (OSI)
OSI (Open System Interconnection) model (ISO 7498) mendifinisikan 7 layer model dari
komunikasi data.
Tiap layer memiliki fungsi yang saling terhubung dengan layer di atasnya.
Standarisasi TCP/IP
TCP/IP semakin popular diantara developer dan pengguna, karena itu perlu adanya
standarisasi. Standarisasi di kelola oleh Internet Architecture Board (IAB)
IAB mengacu pada Internet Engineering Task Force (IETF) untuk membuat standar baru.
Dimana standarisasi menggunakan RFC. Untuk Internet Standar Process, menggunakan RFC
2026 – The Internet Standard Process – Revision 3, dimana didalamnya berisi tentang
protokol, prosedur, dan konvensi yang digunakan dari oleh internet.
Request For Comment (RFC)
Internet Protocol suite masih dikembangkan dan perkembangannya menggunakan
mekanisme Request For Comment (RFC). Protokol baru yang dikembangkan oleh peneliti
akan diajukan dalam bentuk Internet Draft (ID). Kemudian akan di evaluasi oleh IAB.
Apabila disetujui maka akan lahir RFC dengan seri baru untuk aplikasi atau protokol tersebut,
sehingga developer dapat menggunakan standar tersebut.
Internet Standard
Proposal standar, draft standar, dan protokol standar merupakan bagian dari Internet
Standard Track. Setelah proposal diakui maka proposal tersebut akan memiliki nomer, yang
disebut standard number (STD). Contoh : Domain Name Systems (DNS) menggunakan STD
13 dan dijelaskan pada RFC 1034 dan 1035, sehingga dapat dituliskan “STD-
13/RFC1034/RFC1035”. Untuk info lengkapnya dapat diakses di http://www.ietf.org
Internet Masa Depan
Mencoba untuk memperkirakan penggunaan internet dimasa mendatang adalah tidak mudah.
Karena itu pada bagian ini akan diberikan contoh kecil penggunaan internet untuk masa
depan.
Aplikasi Multimedia
Penggunaan bandwidth semakin lama akan semakin efisien, banyak teknologi yang dapat
digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth salah satunya Dense Wave Division
Multiplexing (DWDM).
Penggunaan bandwidth banyak digunakan pada aplikasi multimedia, antara lain Voice over
Internet Protocol (VoIP) dan masih banyak lagi lainnya, bahkan untuk video conference.
Sekarang untuk mendengarkan lagu dengan internet sudah dapat kita rasakan, dan
dikedepannya akan dimungkinkan semua perangkat terkoneksi melalui internet dan masih
banyak lagi lainnya. Atau mungkin anda sendiri akan diberi IP Address... ???
Penggunaan untuk komersial
Penggunaan teknologi Virtual Private Networking (VPN) semakin banyak digunakan oleh
perusahaan. VPN digunakan untuk mengamankan komunikasi yang digunakan oleh sebuah
perusahaan. Misal untuk Virtual meeting.
Wireless Internet
Penggunaan aplikasi tanpa kabel sangat meningkatkan mobilitas seseorang, sehingga
kebutuhan internet wireless akan semakin populer. Dengan adanya teknologi bluetooth, Wifi
IEEE802.11, Wi-MAX dan yang lainnya akan mendukung internet tanpa kabel.
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun dengan sistem wireless sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.
Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi:
• Jaringan peer-to-peer (P2P) atau point-to-point
Kedudukan setiap komputer yang terhubung dalam jaringan adalah sama. Tidak ada
komputer yang menjadi pelayan utama (server). Sehingga semua komputer dalam
jaringan dapat saling berkomunikasi dan berbagi penggunaan perangkat keras dan
perangkat lunak.
Gambar 1.3 Ilustrasi jaringan peer-to-peer
• Jaringan client-server
Pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang mengatur semua fasilitas
yang tersedia dalam jaringan komputer, seperti komunikasi, penggunaan bersama
perangkat keras dan perangkat lunak serta mengontrol jaringan. Komputer ini
dinamakan server. Semua komputer lain selain server disebut client.
Server
Gambar 1.4 Ilustrasi jaringan client-server
Klasifikasi Jaringan Komputer
Umumnya klasifikasi jaringan computer berdasarkan skala dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Keuntungan jaringan LAN :
• Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
• Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
• File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
• File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
• Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
• Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
• Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
Komponen-komponen Dasar LAN
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:
a. Workstation
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
b. Server
Server adalah perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
c. Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.
Adapun beberapa jenis dari link :
a. Kabel Twisted Pair (UTP)
Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded TwistedPair(UTP)
• Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
Relatif murah
• Jarak yang pendek
• Mudah terpengaruh oleh gangguan
• Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps
Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi BUS
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh
TOPOLOGI LAN
Pengertian topologi jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Terdapat beberapa macam topologi jaringan yang dapat digunakan pada LAN. Topologi jaringan tersebut adalah :
a. Topologi Bus
Beberapa node diswitchingkan dengan jalur data (bus). Masing - masing node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.
Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat jarang digunakan atau di implementasikan.
Keuntungan :
1. Hemat kabel
2. Layout kabel sederhana
3. Mudah dikembangkan
Kerugian :
1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2. Kepadatan lalu lintas
3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh
b. Topologi Token Ring
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan
Keuntungan :
1. Hemat Kabel
Kerugian :
1. Peka kesalahan
2. Pengembangan jaringan lebih kaku
Gambar Topologi Ring
c. Topologi Star
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan :
1. Paling fleksibel
2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3. Kontrol terpusat
4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
5. Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian :
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus
3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
a. Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.
b. Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.
Gambar Metropolitant Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan local yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
Pengertian TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.
1. Network Access Layer
Bertanggung jawab mengirim dan menerima data dari dan ke media fisik. Tiap protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, ethernet, token ring, dan dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digitel Network (ISDN), serta Asynchronus Transfer Mode (ATM).
2. Internet Layer
Bertanggungjawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Ada beberapa macam protokol di dalamnya, misalnya Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), dan Internet Control Message Protocol (ICMP) .
3. Host to Host Layer
Bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Ada dua macam protokol didalamnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP ).
4. Application Layer
Bertanggung jawab untuk menampilkan semua aplikasi yang menggunakan protocol TCP/IP. Sebagai contoh adalah Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), dan Telnet. Berikut ini perbandingan referensi lapisan-lapisan layer model Open Sistem Interconnection (OSI) dengan layer model sistem operasi Linux yang digunakan di penelitian ini:
SUBNET MASK
Subnet Mask fungsinya ada dua:
1. Untuk membedakan antara Network ID dengan Host ID
2. Untuk menentukan alamat tujuan paket data, apakah “local” atau “remote”.
Untuk fungsi pertama, sudah dibahas di awal, lalu untuk fungsi kedua, ya kita sama2 maklum bahwa tiap komputer dalam jaringan TCP/IP punya routing table, iya toh?? Coba aja masuk ke command-prompt, lalu ketikkan C:\route print
Hasilnya : angka2 yang menunjukkan berbagai alamat yang dikenali oleh si komputer tersebut. Bila komputer tsb berada pada suatu alamat network, katakanlah 131.107.1.0 255.255.255.0 dan terdapat alamat network lainnya, katakanlah 131.107.2.0 255.255.255.0 maka Insya Allah kedua alamat network tsb kita bisa temukan dalam result ‘C:\route print’ tadi.
Dalam hal ini, 131.107.1.0 adalah local network bagi komputer tsb, sedangkan 131.107.2.0 adalah network lainnya yang apabila didalamnya terdapat host, maka host tsb di konsiderasi sebagai “remote host” atau host/komputer yag berbeda alamat networknya dgn si komputer tadi.
Bila alamat IP komputer tadi, misalkan 131.107.1.2 dan akan mengirimkan ke suatu komputer lainnya dengan alamat IP 131.107.2.2, maka kita bisa lihat bagaimana si komputer pengirim menentukan alamat tujuan, apakah local atau remote?
Alamat IP pengirim : 131.107.1.2 —->10000011.1101011.00000001.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–>11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————-AND
Hasil :——————————–> 10000011.1101011.00000001.00000000
Alamat IP penerima : 131.107.2.2 —->10000011.1101011.00000010.00000010
Subnet Mask : 255.255.255.0——–> 11111111.1111111.11111111.00000000
———————————————————————————–AND
Hasil : ———————————>10000011.1101011.00000010.00000000
Ketentuan: Bila hasil I = hasil II, maka ‘local’, Bila hasil I =/= hasil II, maka ‘remote’
Kesimpulannya: ya ‘remote’ lah…iya toh?
Kalau ‘remote’, maka si komputer pengirim akan menentukan alamat default gateway, yaitu alamat IP pada interface router pada segmen /alamat jaringan si komputer pengirim berada, lalu dikirimkan ke alamat gateway tersebut.
Default Subnet Mask
Default Subnet Mask untuk :
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.255.0.0
Kelas C : 255.255.255.0
SUBNETTING
Definisi: Memecah satu alamat network menjadi beberapa alamat network dengan tujuan untuk mereduksi broadcast domain.  Apa itu broadcast domain? broadcast domain adalah suatu wilayah / area dalam jaringan komputer dimana paket broadcast atau multicast berpeluang untuk dikirimkan/menyebar.
Pada jaringan yang menggunakan hub,
PC—-HUB——PC
Membentuk satu broadcast domain, demikian juga
PC—-HUB——HUB——-HUB—–PC
juga membentuk satu broadcast domain.
Kalau pakai bridge atau switch,
PC——-BRIDGE——PC
PC——SWITCH——–SWICTH——PC
juga membentuk satu broadcast domain
Satu2nya LAN Device yang dapat memecah satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil, adalah router, karena router secara default memblok paket broadcast yang diterima diinterfacenya.
Banyak alasan lain mengapa kita melakukan subnetting, misalkan:
1. Untuk memadukan berbagai teknologi jaringan yang berbeda, misalkan untuk memadukan teknologi ethernet dengan token ring.
2. Untuk mengatasi berbagai batasan elektrikal, misalkan panjang kabel utp maksimal 100 meter tanpa repeater.
3. Untuk meningkatkan keamanan jaringan, misalkan ditetapan tiap divisi satu alamat network.
Cara melakukan subnetting: Tentukan jumlah subnet yang diinginkan, disesuaikan dengan ketersediaan interface router.
Subnetting dilakukan dengan meminjam beberapa bit dari hostID untuk dijadikan network ID yang baru.
Sebelum subnetting:
Setelah Subnetting :Â
Dimana Subnet ID adalah beberapa bit dari hostID yang dipinjam.
Definisi DNS
DNS (Domain Name Server) adalah sebuah server atau mesin yang bertugas seperti server atau mesin lainnya di dunia internet namun memiliki tugas yang lebih spesifik untuk mengatur domain name.
Tujuan dari DNS server ini adalah untuk mentranslasikan domain name (alamat di internet) ke dalam IP Address (kode pos).
2. JARINGAN INTERNET
Pengertian internet adalah jaringan komputer yang menguhubungkan pemakai komputer yang satu dengan pemakai komputer yang lain, dari Negara yang satu dengan Negara yang lain di seluruh dunia, yang melayani berbagai fasilitas layanani informasi
Beberapa fasilitas layanan informasi ini meliputi :
• Browsing atau istilah lain berselancar di internet. Kegiatan ini seumpama kita jalan-jalan di pusat-pusat perbelanjaan melihat took-toko, tapi lihat-lihat doang, tanpa beli apa-apa.
• E-mail digunakan untuk kirim pesan / surat satu dengan yang lain, tanpa dibatasi ruang & waktu bahkan aturan maupun birokrasi.
• Chating digunakan untuk berbicara / bekomunikasi secara langsung, baik melalui text, audio maupun video.
• Download dan Upload digunakan memindahkan file-file dari komputeryang satu ke komputer yang lain.
GAMBAR: Koneksi ke Internet
Secara logis jaringan internet dibagi kedalam beberapa domain, yang menurut standar IPv4 (Internet Protocol version 4) di-identifikasi melalui nomer IP 32 bit atau 4 angka biner yang dipisahkan dengan titik (seperti 192.168.10.25). Tipe domain standar antara lain:
.com = organisasi komersil
.edu = institusi pendidikan di Amerika
.ac = institusi akademik
.gov = institusi pemerintah
.mil = organisasi militer
.net = penyedia akses jaringan
.org = organisasi non-profit
Sumber : http://teknik-informatika.com/jaringan-internet
Sumber : http://anneahira.com/
sumber: http://www.microsoft.com/windowsxp/using/networking/setup/wired.mspx
Model Referensi dari Open System Interconnection (OSI)
OSI (Open System Interconnection) model (ISO 7498) mendifinisikan 7 layer model dari
komunikasi data.
Tiap layer memiliki fungsi yang saling terhubung dengan layer di atasnya.
Standarisasi TCP/IP
TCP/IP semakin popular diantara developer dan pengguna, karena itu perlu adanya
standarisasi. Standarisasi di kelola oleh Internet Architecture Board (IAB)
IAB mengacu pada Internet Engineering Task Force (IETF) untuk membuat standar baru.
Dimana standarisasi menggunakan RFC. Untuk Internet Standar Process, menggunakan RFC
2026 – The Internet Standard Process – Revision 3, dimana didalamnya berisi tentang
protokol, prosedur, dan konvensi yang digunakan dari oleh internet.
Request For Comment (RFC)
Internet Protocol suite masih dikembangkan dan perkembangannya menggunakan
mekanisme Request For Comment (RFC). Protokol baru yang dikembangkan oleh peneliti
akan diajukan dalam bentuk Internet Draft (ID). Kemudian akan di evaluasi oleh IAB.
Apabila disetujui maka akan lahir RFC dengan seri baru untuk aplikasi atau protokol tersebut,
sehingga developer dapat menggunakan standar tersebut.
Internet Standard
Proposal standar, draft standar, dan protokol standar merupakan bagian dari Internet
Standard Track. Setelah proposal diakui maka proposal tersebut akan memiliki nomer, yang
disebut standard number (STD). Contoh : Domain Name Systems (DNS) menggunakan STD
13 dan dijelaskan pada RFC 1034 dan 1035, sehingga dapat dituliskan “STD-
13/RFC1034/RFC1035”. Untuk info lengkapnya dapat diakses di http://www.ietf.org
Internet Masa Depan
Mencoba untuk memperkirakan penggunaan internet dimasa mendatang adalah tidak mudah.
Karena itu pada bagian ini akan diberikan contoh kecil penggunaan internet untuk masa
depan.
Aplikasi Multimedia
Penggunaan bandwidth semakin lama akan semakin efisien, banyak teknologi yang dapat
digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth salah satunya Dense Wave Division
Multiplexing (DWDM).
Penggunaan bandwidth banyak digunakan pada aplikasi multimedia, antara lain Voice over
Internet Protocol (VoIP) dan masih banyak lagi lainnya, bahkan untuk video conference.
Sekarang untuk mendengarkan lagu dengan internet sudah dapat kita rasakan, dan
dikedepannya akan dimungkinkan semua perangkat terkoneksi melalui internet dan masih
banyak lagi lainnya. Atau mungkin anda sendiri akan diberi IP Address... ???
Penggunaan untuk komersial
Penggunaan teknologi Virtual Private Networking (VPN) semakin banyak digunakan oleh
perusahaan. VPN digunakan untuk mengamankan komunikasi yang digunakan oleh sebuah
perusahaan. Misal untuk Virtual meeting.
Wireless Internet
Penggunaan aplikasi tanpa kabel sangat meningkatkan mobilitas seseorang, sehingga
kebutuhan internet wireless akan semakin populer. Dengan adanya teknologi bluetooth, Wifi
IEEE802.11, Wi-MAX dan yang lainnya akan mendukung internet tanpa kabel.
Senin, 04 April 2011
Sumber:
http://members.tripod.com/octa_haris/internet.html
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Internet atau kepanjangannya dari Interconnected Network adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Sejarah kemunculan dan perkembangan Internet dimulai pada :
Tahun 1962
Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET, yang tak lain untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.
Tahun 1970
Sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972
Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambing penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.
Tahun 1973
Jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Tahun 1976
Tepatnya tanggal 26 Maret 1976, merupakan hari bersejarah, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Tahun 1979
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET.
Tahun 1981
France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Tahun 1982
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun ini dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Tahun 1984
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka di tahun ini diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988
Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1990
Merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet.
Tahun 1994
Situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Sedangkan Sejarah Internet sendiri di Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an, saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Dan baru bisa menikmati layanan Internet komersial pada sekitar tahun 1994.